Harga emas Antam menguat pada perdagangan Sabtu 11 April 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
Jakarta – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Sabtu, 11 April 2026. Pergerakan ini terjadi setelah pasar mencatat kenaikan bertahap pada hari sebelumnya dan mengikuti sentimen positif dari pasar logam global.
Harga emas Antam naik Rp 3.000 menjadi Rp 2.860.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di Rp 2.857.000 per gram. Kenaikan ini menunjukkan minat beli yang masih terjaga di tengah fluktuasi harga emas dunia dan pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Selain harga jual, Antam juga menaikkan harga buyback atau harga pembelian kembali emas. Perusahaan menetapkan harga buyback di level Rp 2.627.000 per gram, naik Rp 8.000 dari perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini memperkuat sentimen positif bagi investor yang memanfaatkan momentum untuk transaksi jangka pendek maupun penyimpanan jangka panjang.
Antam menetapkan rincian harga emas dari 0,5 gram hingga 1 kilogram
Antam juga merilis daftar harga lengkap untuk berbagai ukuran emas batangan. Untuk ukuran 0,5 gram, harga tercatat Rp 1.480.500, sementara ukuran 1 gram berada di Rp 2.860.000. Pada ukuran lebih besar, emas 5 gram dijual Rp 14.075.000 dan 10 gram mencapai Rp 28.095.000.
Pada kategori menengah, harga emas 25 gram berada di Rp 70.112.000, sedangkan 50 gram mencapai Rp 140.145.000. Untuk ukuran 100 gram, Antam mematok harga Rp 280.212.000. Sementara itu, emas 250 gram dijual Rp 700.265.000, dan 500 gram berada di Rp 1.400.320.000. Untuk ukuran terbesar 1.000 gram, harga menembus Rp 2.800.600.000.
Pergerakan harga ini mengikuti dinamika pasar global yang masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan suku bunga. Selain itu, pelemahan dolar AS turut mendorong daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Sentimen global mendorong penguatan harga emas dunia
Harga emas dunia juga menunjukkan penguatan pada akhir pekan. Emas spot tercatat naik 0,3 persen menjadi USD 4.778,89 per ons, sementara kontrak berjangka sedikit melemah ke USD 4.804,00. Penguatan ini terjadi setelah pasar merespons gencatan senjata sementara di Timur Tengah dan pelemahan dolar AS.
Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga dan inflasi di Amerika Serikat. Kondisi inflasi yang tinggi membuat bank sentral tetap berhati-hati dalam menurunkan suku bunga, sehingga pergerakan harga emas diperkirakan masih akan berfluktuasi dalam waktu dekat.
