Harga Emas Dunia Melemah Setelah Dolar Menguat dan Perundingan AS-Iran Gagal
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
Pasar global mendorong harga emas dunia turun pada awal pekan perdagangan
Harga emas dunia melemah pada awal pekan setelah pelaku pasar merespons penguatan dolar Amerika Serikat dan kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut mendorong tekanan tambahan pada logam mulia yang selama ini dianggap sebagai aset lindung nilai. Mengutip laporan pasar, harga emas spot turun 0,4% menjadi USD 4.728,59 per ons setelah sempat menyentuh level terendah sejak 7 April, sementara kontrak berjangka emas AS ikut turun 0,7% ke posisi USD 4.752,20. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor global sehingga permintaan ikut tertekan.
Pelaku pasar mengalihkan perhatian ke harga minyak dan inflasi global
Pelaku pasar kemudian mengalihkan fokus pada lonjakan harga minyak yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Situasi meningkat setelah Amerika Serikat mengambil langkah pembatasan terhadap kapal yang keluar dari pelabuhan Iran, menyusul gagalnya negosiasi damai. Kondisi ini mendorong harga minyak menembus level USD 100 per barel dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kepala strategi pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, menilai pasar sangat sensitif terhadap perkembangan berita utama karena arah inflasi dan kebijakan Federal Reserve sangat bergantung pada harga energi. Peluang pemangkasan suku bunga AS juga turun menjadi sekitar 21% dari sebelumnya 40%, menurut CME FedWatch Tool.
Analis pasar menilai emas masih bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian
Sejumlah analis menilai emas masih memiliki potensi sebagai aset lindung nilai, meski pergerakannya tetap fluktuatif. Strategis pasar Sprott Asset Management, Paul Wong, menekankan bahwa gangguan jalur perdagangan seperti Selat Hormuz dapat mengubah dinamika pasar global dan meningkatkan peran emas sebagai aset lintas batas. Di sisi lain, harga logam mulia lain juga ikut tertekan, dengan perak turun 2,4% menjadi USD 74,07 per ons dan platinum melemah 1,2% ke USD 2.021,28, meskipun palladium naik tipis 0,4% ke USD 1.527,45. Kondisi ini menunjukkan pasar logam mulia bergerak hati-hati di tengah ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter global.
