Pasar Emas Dunia Mencatat Kenaikan Tipis Di Tengah Harapan Negosiasi

Pasar emas dunia menunjukkan tanda pemulihan pada perdagangan Selasa, 28 April 2026. Harga emas menyentuh level USD 4.689,79 per troy ons, yang mencerminkan penguatan tipis sebesar 0,17 persen. Angka ini menandakan upaya rebound setelah harga mengalami pelemahan pada penutupan Senin, 27 April 2026, yang berakhir di level USD 4.681,85 per troy ons.
Ketegangan Geopolitik Memengaruhi Pergerakan Harga Energi
Sentimen eksternal masih membayangi laju emas di tengah ketegangan geopolitik yang memanas. Iran menawarkan proposal damai terkait akses Selat Hormuz yang memicu respons pasar terhadap harga energi. Minyak mentah jenis Brent melonjak hingga USD 108,23 per barel, sementara kontrak West Texas Intermediate menanjak ke angka USD 96,37 per barel. Keraguan investor terhadap efektivitas negosiasi tersebut menahan laju penguatan emas secara signifikan di pasar global.
Pasar Domestik Merespons Dinamika Harga Global
Kenaikan harga emas global turut memengaruhi pasar fisik di Indonesia pada awal pekan ini. PT Antam menetapkan harga beli emas di angka Rp 2.814.000 per gram, yang berarti naik Rp 5.000 dari hari sebelumnya. Harga buyback emas Antam juga mengikuti tren dengan menyentuh level Rp 2.625.000 per gram. Namun, pasar emas digital mencatat hasil berbeda dengan koreksi harga pada aplikasi Treasury ke level Rp 2.647.952 per gram, yang terjadi karena variasi mekanisme pembentukan harga pada setiap kanal distribusi.
Investor Menanti Keputusan Kebijakan Bank Sentral
Pelaku pasar kini mengarahkan fokus penuh pada rapat Federal Reserve yang berlangsung Selasa dan Rabu pekan ini. Pertemuan terakhir di bawah kepemimpinan Jerome Powell ini memberikan sinyal krusial terkait arah kebijakan suku bunga global. Analisis teknikal menunjukkan indikator Stochastic RSI berada pada level 8, yang mengindikasikan kondisi oversold. Potensi rebound jangka pendek masih terbuka lebar bagi para investor, tergantung pada respons pasar terhadap kebijakan moneter serta perkembangan diplomasi di Timur Tengah.
