Harga Emas Melemah dan Deflasi 3,76 Persen Putus Tren Kenaikan 30 Bulan

Jakarta — Tekanan terhadap harga emas terus berlanjut pada awal Mei 2026. Kondisi pasar global yang berubah cepat membuat komoditas emas dan perhiasan mengalami deflasi sebesar 3,76 persen pada April 2026. Penurunan tersebut sekaligus mengakhiri tren kenaikan harga yang sebelumnya berlangsung selama 30 bulan berturut-turut.
Tekanan terhadap harga emas muncul seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi itu mendorong investor global mengalihkan dana ke dolar Amerika Serikat yang sedang menguat, sehingga minat terhadap emas mulai menurun.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa emas perhiasan menjadi salah satu komoditas dengan tekanan harga paling dalam pada April 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Senin, 4 Mei 2026.
Menurut data BPS, komoditas emas perhiasan mencatat deflasi sebesar 3,76 persen dengan kontribusi terhadap deflasi nasional sebesar 0,09 persen. Penurunan tersebut menunjukkan perubahan signifikan setelah emas terus mengalami kenaikan harga selama lebih dari dua tahun.
BPS Mencatat Harga Emas Mulai Turun Sejak Maret 2026
BPS juga mengungkapkan tren koreksi harga emas mulai terlihat sejak Maret 2026. Pada periode tersebut, emas perhiasan mencatat deflasi sebesar 1,17 persen.
Memasuki April, tekanan harga bergerak semakin dalam. Kondisi ini mengakhiri fase inflasi panjang yang sebelumnya terjadi secara konsisten sejak September 2023 hingga Februari 2026.
Selain itu, komoditas emas dan perhiasan turut memberikan kontribusi deflasi terbesar pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok tersebut tercatat mengalami deflasi sebesar 0,99 persen dengan andil deflasi mencapai 0,07 persen. Angka ini menjadi deflasi terdalam untuk kelompok tersebut sejak Januari 2020.
Harga Emas Antam Ikut Turun di Tengah Sentimen Pasar
Sejalan dengan tekanan pada pasar global, harga emas produksi Antam juga terus bergerak turun. Pada perdagangan Senin, 4 Mei 2026, harga emas Antam 24 karat melemah Rp 1.000 per gram dan berada di level Rp 2.795.000 per gram.
Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak turun dari Rp 2.809.000 menjadi Rp 2.795.000 per gram. Sementara dalam satu bulan terakhir, harga terkoreksi dari Rp 2.857.000 ke level saat ini.
Di sisi lain, harga buyback atau pembelian kembali emas juga turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 2.585.000 per gram. Penurunan ini menunjukkan tekanan terhadap pasar emas domestik masih berlanjut di tengah penguatan dolar dan perubahan sentimen investasi global.
