Harga Emas Antam Turun Rp 30.000 pada 30 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156439/original/081310900_1663062668-Emas3.jpg)
Penurunan Harga Emas Antam Seret Level ke Rp 2,807 Juta per Gram
Jakarta – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Penurunan ini membuat harga emas Antam turun Rp 30.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam kini berada di level Rp 2.807.000 per gram. Sebelumnya, harga emas tercatat sebesar Rp 2.837.000 per gram, sehingga penurunan ini menandai perubahan signifikan setelah pergerakan yang relatif stabil.
Seiring dengan itu, harga pembelian kembali atau buyback juga ikut turun lebih dalam. Harga buyback tercatat merosot Rp 36.000 menjadi Rp 2.425.000 per gram. Harga ini menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emasnya kepada Antam.
Daftar Harga Emas Antam Tunjukkan Penyesuaian di Berbagai Ukuran
Penurunan harga ini turut memengaruhi seluruh ukuran emas yang dijual di Butik Emas Logam Mulia. Harga emas 0,5 gram kini berada di Rp 1.453.500, sedangkan ukuran 1 gram dipatok Rp 2.807.000.
Selanjutnya, emas 2 gram dijual Rp 5.564.000 dan ukuran 3 gram mencapai Rp 8.328.000. Untuk ukuran 5 gram, harga tercatat Rp 13.850.000, sementara 10 gram berada di level Rp 27.620.000.
Pada ukuran yang lebih besar, harga emas 25 gram mencapai Rp 68.885.000 dan 50 gram sebesar Rp 137.605.000. Sementara itu, emas 100 gram dibanderol Rp 275.060.000, 250 gram Rp 687.340.000, 500 gram Rp 1.374.400.000, dan 1.000 gram mencapai Rp 2.747.600.000.
Penyesuaian harga ini menunjukkan bahwa tren penurunan terjadi secara merata di semua ukuran emas yang tersedia.
Harga Emas Dunia Menguat Pekan Lalu dan Dorong Minat Investor
Di tengah penurunan harga domestik, pasar global justru mencatat kenaikan signifikan pada akhir pekan sebelumnya. Harga emas dunia melonjak lebih dari 3 persen pada Jumat, 27 Maret 2026.
Harga emas spot tercatat naik menjadi USD 4.536,29 per ounce, sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat mencapai USD 4.533,70. Kenaikan ini dipicu oleh aksi beli investor setelah harga sempat terkoreksi pada awal pekan.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen global. Kondisi tersebut mendorong emas kembali diminati sebagai aset lindung nilai.
Analis Nilai Prospek Emas Tetap Kuat Meski Hadapi Tekanan Global
Sejumlah analis melihat peluang kenaikan harga emas dalam beberapa pekan ke depan meski menghadapi tekanan dari faktor eksternal. Senior Market Strategist RJO Futures, Daniel Pavilonis, menilai koreksi harga justru membuka peluang pembelian bagi investor.
Namun demikian, tekanan dari inflasi dan potensi kenaikan suku bunga tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Kebijakan moneter yang lebih ketat dapat meningkatkan biaya peluang kepemilikan emas sehingga menahan laju kenaikan harga.
Di sisi lain, Commerzbank memperkirakan harga emas berpotensi mencapai USD 5.000 per ounce pada akhir tahun. Proyeksi ini menunjukkan optimisme bahwa tren penguatan emas masih berlanjut meskipun sempat mengalami koreksi jangka pendek.
