Harga emas Antam melemah pada 9 April 2026 setelah pasar melakukan koreksi tajam
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
Antam menetapkan harga emas turun Rp50.000 per gram pada perdagangan 9 April 2026
Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat penurunan harga emas pada Kamis, 9 April 2026, setelah sebelumnya pasar logam mulia mengalami penguatan signifikan. Perusahaan menetapkan harga emas batangan di level Rp2.850.000 per gram, sehingga harga tersebut turun Rp50.000 dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di Rp2.900.000 per gram.
Antam menyesuaikan harga jual mengikuti dinamika pasar yang bergerak cepat dalam beberapa hari terakhir. Penurunan ini langsung memengaruhi seluruh pecahan emas yang tersedia di pasar domestik, termasuk ukuran kecil hingga ukuran besar yang banyak digunakan investor ritel maupun institusi.
Pada perdagangan hari ini, Antam juga mencatat harga 0,5 gram sebesar Rp1.475.000. Kemudian harga 2 gram berada di level Rp5.650.000, sementara ukuran 5 gram tercatat Rp14.065.000. Untuk ukuran lebih besar, Antam mematok 10 gram di Rp28.050.000, sedangkan 100 gram mencapai Rp279.360.000.
Antam menurunkan harga buyback emas mengikuti tekanan pasar domestik dan global
Antam juga menurunkan harga buyback atau harga pembelian kembali emas sebesar Rp59.000 per gram. Perusahaan menetapkan harga buyback di level Rp2.605.000 per gram pada perdagangan hari ini. Penurunan ini terjadi seiring dengan penyesuaian harga global yang mulai terkoreksi setelah sempat menyentuh level tinggi dalam beberapa sesi sebelumnya.
Kondisi ini membuat selisih antara harga jual dan buyback tetap menjadi perhatian investor yang aktif melakukan transaksi jangka pendek. Antam menegaskan bahwa harga buyback berlaku bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan ke gerai resmi Logam Mulia.
Pada periode sebelumnya, harga buyback emas Antam sempat mencatat level tertinggi sepanjang sejarah di Rp2.989.000 per gram pada akhir Januari 2026. Namun, tekanan pasar global membuat harga tersebut kembali bergerak turun mengikuti perubahan sentimen investor.
Pergerakan harga emas dunia mendorong koreksi di pasar logam mulia Indonesia
Penurunan harga emas Antam tidak lepas dari pengaruh pasar global yang mengalami fluktuasi setelah sempat mencatat rekor penguatan. Harga emas dunia sebelumnya naik tajam akibat pelemahan dolar Amerika Serikat dan penurunan harga minyak global, namun kemudian pasar melakukan aksi ambil untung.
Selain itu, sentimen geopolitik dan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat turut memengaruhi arah pergerakan emas. Ketika pasar mulai menilai risiko mereda, investor cenderung mengalihkan aset dari emas sehingga tekanan harga muncul di pasar global maupun domestik.
Dengan kondisi tersebut, harga emas di Indonesia bergerak menyesuaikan tren internasional. Investor kini terus mencermati perkembangan ekonomi global untuk menentukan strategi investasi di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
