Harga emas Antam melonjak Rp 45.000 per gram pada 14 April 2026 setelah sempat anjlok

Harga emas Antam 24 karat mencatat kenaikan tajam pada perdagangan Selasa, 14 April 2026, setelah sehari sebelumnya mengalami penurunan cukup dalam. Lonjakan harga ini terjadi di tengah fluktuasi pasar emas yang masih bergerak tidak stabil dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data dari situs Logam Mulia Antam, harga emas naik Rp 45.000 per gram menjadi Rp 2.863.000 per gram. Kenaikan ini langsung membalikkan tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya ketika harga emas sempat terkoreksi tajam hingga Rp 42.000 per gram.
Antam menetapkan harga baru di seluruh ukuran emas setelah pasar bergerak naik
Antam menetapkan penyesuaian harga pada seluruh satuan emas yang diperdagangkan. Harga emas ukuran 0,5 gram tercatat berada di Rp 1.481.500, sementara emas 10 gram dijual Rp 28.125.000. Untuk ukuran 100 gram, harga berada di Rp 280.512.000, sedangkan emas 1.000 gram dibanderol Rp 2.803.600.000.
Pergerakan harga ini menunjukkan respons cepat pasar terhadap perubahan sentimen global yang memengaruhi komoditas logam mulia. Dalam sepekan terakhir, harga emas bergerak di rentang Rp 2.818.000 hingga Rp 2.900.000 per gram, sementara dalam satu bulan terakhir berada pada kisaran Rp 2.807.000 hingga Rp 2.997.000 per gram.
Antam menaikkan harga buyback lebih tinggi seiring penguatan harga emas
Seiring kenaikan harga jual, Antam juga menaikkan harga buyback atau pembelian kembali emas. Harga buyback tercatat naik lebih tinggi sebesar Rp 54.000 per gram menjadi Rp 2.639.000 per gram. Penyesuaian ini mengikuti pola pergerakan harga emas yang berubah cepat dalam waktu singkat.
Ketentuan perpajakan tetap berlaku dalam transaksi buyback sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024. Transaksi di atas Rp 10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang langsung dipotong dari nilai transaksi.
Pelaku pasar memantau volatilitas harga emas setelah perubahan tajam harian
Pelaku pasar terus memantau volatilitas harga emas yang bergerak cepat antara penurunan tajam dan kenaikan signifikan. Perubahan harga dalam dua hari berturut-turut ini menunjukkan tingginya sensitivitas pasar terhadap faktor global dan dinamika permintaan investasi.
Kondisi ini membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian maupun penjualan emas. Di sisi lain, pergerakan harga yang cepat juga membuka peluang bagi pelaku pasar yang aktif mengikuti tren jangka pendek.
