Harga Emas Dunia Menguat pada 8 April 2026 Setelah Dolar AS Melemah
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
Pasar Mendorong Kenaikan Harga Emas Saat Dolar AS dan Minyak Melemah
Jakarta – Harga emas dunia mencatat penguatan pada Rabu, 8 April 2026, setelah dolar Amerika Serikat melemah dan harga minyak turun tajam. Kondisi ini terjadi di tengah meredanya kekhawatiran inflasi usai kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Berdasarkan data pasar, harga emas spot naik 1,6 persen menjadi USD 4.779,19 per ounce. Sebelumnya, emas sempat melonjak lebih dari 3 persen dan menyentuh level tertinggi sejak 19 Maret 2026, menandakan minat beli yang kembali menguat di pasar global.
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni ikut meningkat 2,6 persen ke posisi USD 4.805,90. Penguatan ini menunjukkan respons pasar terhadap kondisi makroekonomi yang lebih longgar.
Pelaku Pasar Merespons Gencatan Senjata AS–Iran yang Menekan Risiko Global
Pasar keuangan global bereaksi terhadap kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan. Kesepakatan tersebut menahan sementara konflik yang sebelumnya memicu lonjakan harga energi dan tekanan inflasi.
Penurunan harga minyak di bawah USD 100 per barel ikut menekan dolar AS, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Dalam kondisi ini, investor kembali mencari perlindungan di instrumen logam mulia.
Analis Menilai Kebijakan Suku Bunga The Fed Menjadi Katalis Tambahan
Analis pasar menilai prospek kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) turut memengaruhi pergerakan emas. Ekspektasi penurunan suku bunga membuat emas semakin menarik karena tidak memberikan imbal hasil tetap.
Selain itu, ketidakpastian geopolitik masih membayangi meskipun terjadi gencatan senjata. Analis Marex, Edward Meir, menilai pasar masih berada dalam kondisi rapuh karena potensi eskalasi dapat kembali memicu volatilitas.
Logam Mulia Lain Ikut Menguat di Tengah Sentimen Positif Pasar
Selain emas, harga perak juga naik 4,9 persen menjadi USD 76,44 per ounce. Platinum ikut menguat ke USD 2.054,10, sementara paladium mencatat kenaikan signifikan hingga 9,1 persen.
Kenaikan serentak ini memperlihatkan meningkatnya minat investor terhadap aset logam mulia di tengah pelemahan dolar AS dan perubahan sentimen risiko global.
Dengan kondisi tersebut, pasar emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter global dalam beberapa waktu ke depan.
