Harga Emas Pegadaian Bergerak Stabil dengan Antam Menguat Tipis pada 12 April 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
Pegadaian mempertahankan harga emas UBS dan Galeri24 di tengah perdagangan yang tenang
Harga emas batangan di PT Pegadaian (Persero) tidak menunjukkan perubahan signifikan pada perdagangan Minggu, 12 April 2026. Pegadaian mencatat harga emas UBS dan Galeri24 tetap stabil dibandingkan hari sebelumnya, sehingga pasar menunjukkan kecenderungan tenang di awal pekan perdagangan emas domestik. Kondisi ini terjadi di tengah minimnya sentimen baru yang mendorong volatilitas harga secara besar.
Pegadaian mencatat kenaikan tipis pada emas Antam di tengah pasar yang bergerak hati-hati
Pegadaian mencatat harga emas Antam mengalami kenaikan tipis sebesar Rp3.000 per gram. Kenaikan ini membawa harga Antam menjadi Rp2.975.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.972.000 per gram. Pergerakan kecil tersebut menunjukkan pasar masih menyesuaikan diri dengan dinamika global yang cenderung fluktuatif, namun belum memberikan tekanan besar terhadap harga domestik.
Pegadaian merinci harga emas dari Antam, UBS, dan Galeri24 untuk berbagai ukuran
Pegadaian menetapkan harga berbeda untuk setiap produk emas yang diperdagangkan. Galeri24 dipasarkan mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram dengan harga 1 gram sebesar Rp2.876.000. UBS diperdagangkan pada kisaran 0,5 gram hingga 500 gram dengan harga 1 gram sebesar Rp2.890.000. Sementara itu, emas Antam dijual mulai 0,5 gram hingga 100 gram dengan harga 1 gram mencapai Rp2.975.000. Variasi ini mencerminkan perbedaan karakter produk dan distribusi di pasar emas ritel Indonesia.
Pelaku pasar mengamati sentimen global yang memengaruhi pergerakan harga emas
Pelaku pasar terus memantau perkembangan geopolitik global, termasuk dinamika konflik dan gencatan senjata yang memengaruhi sentimen investor. Harga emas dunia yang sensitif terhadap isu internasional turut memberikan dampak pada pergerakan harga domestik. Dalam situasi ini, investor cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu arah kebijakan dan perkembangan pasar global berikutnya.
