Harga emas di Pegadaian menguat serentak pada 9 April 2026 di tengah kenaikan pasar global
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
Pegadaian menaikkan harga emas UBS, Antam, dan Galeri24 pada perdagangan 9 April 2026
Jakarta – Pegadaian mencatat kenaikan harga emas pada Kamis, 9 April 2026, seiring penguatan harga logam mulia di pasar global. Pergerakan ini terlihat pada tiga produk utama, yaitu UBS, PT Aneka Tambang Tbk (Antam), dan Galeri24, yang semuanya mengalami lonjakan harga dalam satu hari perdagangan.
Kenaikan harga terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.16 WIB di laman Sahabat Pegadaian. Dalam kondisi tersebut, pasar emas domestik merespons penguatan harga emas dunia yang masih berada dalam tren positif sejak awal pekan.
UBS mencatat kenaikan sebesar Rp44.000 per gram sehingga harga berada di level Rp2.923.000. Antam mengalami kenaikan lebih tinggi sebesar Rp52.000 per gram hingga mencapai Rp3.016.000. Sementara itu, Galeri24 ikut menguat Rp43.000 per gram menjadi Rp2.908.000.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa seluruh produk emas di Pegadaian bergerak searah mengikuti tren global yang masih volatil namun cenderung menguat.
UBS, Antam, dan Galeri24 mencatat lonjakan harga di seluruh ukuran perdagangan
Pegadaian juga menyesuaikan harga emas berdasarkan ukuran gramasi yang dijual. Pada produk Galeri24, harga 0,5 gram tercatat sebesar Rp1.526.000, sedangkan 1 gram berada di level Rp2.908.000. Harga terus meningkat hingga ukuran besar, di mana 1 kilogram mencapai lebih dari Rp2,8 miliar.
Sementara itu, produk Antam di Pegadaian mencatat harga 1 gram sebesar Rp3.016.000. Harga untuk ukuran 5 gram berada di Rp14.846.000 dan terus meningkat hingga 100 gram yang menembus Rp295.581.000.
UBS juga mengikuti pola kenaikan yang sama dengan harga 1 gram sebesar Rp2.923.000. Untuk ukuran 10 gram, UBS dipatok Rp28.512.000, sedangkan 100 gram mencapai Rp283.857.000 dan 500 gram menembus lebih dari Rp1,4 miliar.
Pegadaian menegaskan bahwa harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global. Oleh karena itu, investor terus memantau pergerakan harga sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.
Harga emas dunia memperkuat sentimen kenaikan di pasar domestik Indonesia
Penguatan harga emas di Pegadaian tidak lepas dari tren global yang masih menunjukkan kenaikan. Harga emas dunia sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir setelah pelemahan dolar Amerika Serikat dan turunnya harga minyak global.
Selain itu, ekspektasi kebijakan suku bunga rendah dari bank sentral Amerika Serikat turut mendorong minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Kondisi geopolitik yang masih dinamis juga memperkuat permintaan logam mulia di pasar internasional.
Dengan kombinasi faktor tersebut, pasar emas domestik di Indonesia ikut bergerak naik secara serempak dan memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi yang diminati di tengah ketidakpastian ekonomi global.
