Pengamat Memprediksi Batas Bawah Penurunan Harga Emas Antam

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus melandai pada akhir April 2026. Dalam kurun waktu dua hari terakhir, perusahaan mencatatkan penurunan harga akumulatif hingga Rp 75.000 per gram. Kondisi pasar saat ini menempatkan harga logam mulia pada kisaran Rp 2,8 juta per gram, sehingga komoditas ini semakin menjauhi level psikologis Rp 3 juta per gram.
Ibrahim Assuaibi Memperkirakan Batas Level Terendah Harga Emas
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan harga emas tidak akan jatuh terlalu dalam ke depannya. Dia menetapkan level Rp 2,75 juta per gram sebagai batas bawah potensi penurunan harga saat ini. Ibrahim menepis kemungkinan harga emas anjlok ke angka di bawah Rp 2 juta per gram. Menurutnya, pelemahan nilai tukar Rupiah yang kini menembus angka di atas Rp 17.300 justru menjadi faktor utama yang bakal mengembalikan kejayaan logam mulia tersebut dalam waktu dekat.
Ariston Tjendra Menganalisis Potensi Penguatan Emas dalam Jangka Panjang
Senada dengan itu, pengamat pasar uang Ariston Tjendra meyakini bahwa harga emas masih menyimpan potensi penguatan dalam jangka panjang. Pelaku pasar akan terus memburu aset safe haven sebagai langkah antisipasi terhadap risiko krisis atau konflik geopolitik yang mungkin terjadi di masa depan. Saat ini, harga emas memang sedang mengalami tekanan akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menemukan titik terang negosiasi. Ketidakpastian suplai minyak mentah dunia memicu kenaikan inflasi, sehingga investor lebih memilih beralih ke Dolar Amerika Serikat yang menawarkan imbal hasil obligasi lebih menarik. Peralihan aset inilah yang kemudian menekan harga emas di pasar pada periode ini.
